BANYUWANGI – Petani di Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, menggelar tradisi Bubak Bumi menyambut musim tanam baru.
Tradisi ini dihadiri ratusan petani dari Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) serta tokoh masyarakat dan perangkat desa.
Ritual Bubak Bumi menjadi simbol doa bersama agar hasil pertanian tahun depan lebih baik dan melimpah.
Mereka membawa tumpeng, hasil bumi, serta melakukan doa bersama di Dam Kali Stail yang menjadi sumber irigasi utama.
Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fachroby, mengatakan Bubak Bumi memperkuat rasa kebersamaan antarpetani.
“Selain bentuk syukur, ini momentum menjaga hubungan manusia dan alam pertanian yang memberi kehidupan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dam Kali Stail berperan vital karena mengairi 6.224 hektar sawah di dua kecamatan.
Bangunan ini sudah berdiri sejak sebelum 1953 dan menjadi warisan penting dalam sistem pengairan Banyuwangi.
Dinas PU Pengairan Banyuwangi saat ini tengah berkoordinasi dengan BBWS Brantas untuk normalisasi dam tersebut.
Kegiatan normalisasi berlangsung sekitar dua minggu guna menambah kapasitas air dan mencegah sedimentasi.
Upaya ini sekaligus menjaga kelancaran aliran air ke sawah agar musim tanam berjalan tanpa hambatan.
Riza mengapresiasi antusiasme petani yang tetap melestarikan tradisi lokal di tengah perkembangan teknologi pertanian.
Ia berharap semangat Bubak Bumi terus dijaga agar Banyuwangi tetap dikenal sebagai daerah agraris yang berdaya saing tinggi.
Post Views : 22 views
Posted in Daerah
Banyuwangi – Banyuwangi, Jawa Timur, memang menyimpan…
BANYUWANGI – Aktivitas kerja bakti Dinas PU…
BANYUWANGI – Rute penerbangan, Banyuwangi – Surabaya,…
Kabarjalanan.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)…
Banyuwangi – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus…
Pengunjung Hari Ini: 69
Kunjungan Hari Ini: 109
Total Pengunjung: 29151
Total Kunjungan: 34169
Pengunjung Online: 1